Sejarah

Kabupaten Lombok Timur merupakan salah satu dari 10 kabupaten/ kota yang ada di Nusa Tenggara Barat dengan jumlah penduduk terbesar atau 25% jumlah penduduk NTB berada di Lombok Timur. Kondisi masyarakat khususnya di bidang kesehatan masih dikatakan memprihatinkan terutama dari angka kematian bayi dan ibu nifas yang cukup tinggi, keberadaan fasilitas kesehatan masih tergolong belum memadai. Kondisi ini berbanding terbalik dengan perilaku dan pola hidup serta pola makan masyarakat yang dapat dikatakan buruk. Di sisi lain fasilitas kesehatan dan sumber daya kesehatan seperti tenaga apoteker masih tergolong sangat minim, sehingga STKIP Hamzanwadi Selong memandang perlu adanya program studi Farmasi yang pengusulannya di ajukan secara bersama-sama dengan pengusulan alih status STKIP Hamzanwadi Selong menjadi Universitas Hamzanwadi.

Pada tanggal 23 September 2016, ijin tentang penggabungan Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP Hamzanwadi Selong) dan Sekolah Tinggi Teknik Hamzanwadi (STTH) menjadi Universitas Hamzanwadi di keluarkan oleh Menristek Dikti dan bersamaan dengan surat keputusan ijin penyelenggaraan program studi farmasi, dimana program studi Farmasi adalah salah satu program studi Strata Satu (S1) dari 22 program studi yang ada di Universitas hamzanwadi dan berada di bawah Fakultas Kesehatandengan ijin penyelenggaraan  428/KPT/I/2016 tentang Penggabungan STKIP Hamzanwadi dan STTH menjadi Universitas Hamzanwadi Kabupaten Lombok Timur 23 September 2016,  pada akhir September tahun 2016 program studi Farmasi telah mensosialisasikan keberadaannya kepada masyarakat Nusa Tenggara Barat khususnya Lombok Timur, namun karena ijin penyelenggaraan keluar setelah masa perkuliahan telah berjalan maka rekrutmen mahasiswa baru prodi Farmasi tergolong sangat minim yaitu 3 (tiga) orang mahasiswa, namun pihak manajmen tetap melaksanakan perkuliahan dengan mengutamakan kualitas proses.